Bisnis kuliner menjadi salah satu pilihan usaha yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Salah satu brand yang pernah mengalami pertumbuhan sangat cepat adalah Geprek Bensu.
Mengusung produk ayam geprek dengan berbagai pilihan sambal dan level kepedasan, Geprek Bensu berkembang menjadi salah satu nama yang cukup dikenal di industri kuliner Indonesia.
Nama Geprek Bensu juga tidak bisa dilepaskan dari sosok Ruben Onsu, yang pada masa awal perkembangan brand sangat erat dengan promosi dan ekspansi bisnis tersebut.
Lalu, siapa sebenarnya pemilik Geprek Bensu? Berapa jumlah cabangnya? Bagaimana sistem franchise Geprek Bensu dan berapa modal yang diperlukan?
Berikut pembahasannya.
Apa Itu Geprek Bensu?
Geprek Bensu merupakan bisnis kuliner yang menawarkan ayam geprek dan berbagai menu pendamping.
Brand ini mulai berkembang pada 2017 dan melakukan ekspansi outlet secara agresif ke berbagai wilayah Indonesia.
Pada masa pertumbuhannya, Geprek Bensu menawarkan konsep makanan yang relatif sederhana, yaitu ayam crispy yang dipadukan dengan sambal dengan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan.
Selain ayam geprek original, konsumen juga dapat menemukan berbagai variasi menu dan topping.
Konsep tersebut membuat Geprek Bensu mampu menyasar konsumen yang cukup luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja hingga keluarga.
Siapa Pemilik Geprek Bensu?
Pertanyaan mengenai siapa pemilik Geprek Bensu cukup sering dicari karena brand ini sangat identik dengan nama Ruben Onsu.
Pada periode awal perkembangan bisnis, Ruben Onsu memang tampil sebagai figur utama yang mempromosikan dan mengembangkan bisnis Geprek Bensu. Bahkan pada 2018, Ruben Onsu disebut sebagai pemilik Geprek Bensu dalam pemberitaan ketika outlet ke-64 dibuka di Bali.
Namun, pembahasan mengenai kepemilikan merek Geprek Bensu perlu dibedakan dari sosok yang menjadi figur publik atau pengembang bisnisnya.
Sengketa Merek Geprek Bensu
Geprek Bensu pernah terlibat sengketa merek dengan PT Ayam Geprek Benny Sujono.
Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 32 PK/Pdt.Sus-HKI/2024, perkara tersebut tercatat antara PT Ayam Geprek Benny Sujono yang juga menggunakan nama Ayam Geprek Bensu melawan Ruben Samuel Onsu dan pihak pemerintah terkait Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. Putusan tersebut tercatat berkekuatan hukum tetap.
Karena itu, ketika membahas “pemilik Geprek Bensu”, sebaiknya tidak hanya menggunakan kalimat sederhana bahwa seluruh merek Geprek Bensu adalah milik Ruben Onsu.
Ruben Onsu memiliki peran yang sangat kuat dalam sejarah dan pengembangan bisnis Geprek Bensu, sementara persoalan kepemilikan merek memiliki konteks hukum tersendiri berdasarkan putusan pengadilan.
Hal ini penting diketahui calon investor sebelum mencari informasi mengenai franchise Geprek Bensu.
Sejarah Perkembangan Geprek Bensu
Geprek Bensu mengalami pertumbuhan yang cukup cepat setelah mulai beroperasi.
Pada Januari 2018, pemberitaan Bali Ekbis menyebut Geprek Bensu telah memiliki 64 cabang di seluruh Indonesia. Pada saat itu Ruben Onsu juga menyampaikan target untuk mencapai 100 cabang pada tahun 2018.
Tidak lama kemudian, ekspansi terus dilakukan.
Pada Agustus 2018, Geprek Bensu meresmikan outlet ke-89 di Empang, Bogor. Pemberitaan tersebut menyebut outlet tersebut sebagai gerai ke-89 Geprek Bensu.
Pertumbuhan dari puluhan outlet menjadi puluhan outlet tambahan dalam waktu singkat menjadi salah satu alasan bisnis Geprek Bensu menarik perhatian banyak calon pengusaha.
Berapa Jumlah Cabang Geprek Bensu?
Jumlah cabang Geprek Bensu perlu dilihat berdasarkan periode waktunya.
Berikut beberapa angka historis yang pernah diberitakan:
| Periode | Jumlah Outlet |
| Januari 2018 | 64 outlet |
| Agustus 2018 | 89 outlet |
| Periode berikutnya | Lebih dari 100 outlet menurut sejumlah sumber |
Angka 64 outlet pada Januari 2018 diberitakan ketika Geprek Bensu membuka cabang keduanya di Bali.
Kemudian pada Agustus 2018, outlet ke-89 dibuka di Bogor.
Karena jaringan outlet dapat berubah akibat pembukaan, penutupan, perubahan pengelolaan atau restrukturisasi bisnis, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai data historis dan bukan klaim jumlah outlet aktif saat ini.
Ini penting apabila Anda ingin menggunakan artikel untuk SEO karena Google cenderung lebih menyukai informasi yang memiliki konteks dan tidak menyesatkan pembaca.
Bagaimana Sistem Franchise Geprek Bensu?
Pada masa ekspansinya, Geprek Bensu dikenal menggunakan model kerja sama kemitraan untuk memperluas jaringan usaha.
Secara umum, konsep franchise atau kemitraan memungkinkan mitra menjalankan bisnis dengan menggunakan konsep brand, sistem operasional, standar produk dan dukungan bisnis yang telah disiapkan oleh pusat.
Beberapa sumber yang membahas paket kemitraan Geprek Bensu mencantumkan berbagai fasilitas seperti:
- Penggunaan brand
- Peralatan outlet
- Desain gerai
- SOP operasional
- Training karyawan
- Seragam
- Sistem kasir/POS
- Materi promosi
- Dukungan pemasaran
Namun, calon investor harus membedakan informasi paket lama dengan penawaran yang benar-benar tersedia saat ini.
Saat ini terdapat situs cabang Geprek Bensu yang masih menampilkan informasi peluang kemitraan, tetapi tidak semuanya merupakan kanal korporat pusat. Karena itu, jangan melakukan pembayaran hanya berdasarkan informasi dari website pihak ketiga tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Berapa Harga Franchise Geprek Bensu?
Informasi mengenai harga franchise Geprek Bensu di internet cukup beragam.
Beberapa proposal dan sumber bisnis lama mencantumkan kisaran investasi sekitar Rp100 juta hingga Rp400 juta, tergantung konsep dan paket yang dipilih.
Salah satu sumber yang membahas paket tersebut juga mencantumkan fasilitas seperti lisensi penggunaan brand, peralatan, desain outlet, training, SOP, POS dan materi promosi.
Namun, perlu diperhatikan:
Harga franchise yang pernah dipublikasikan di internet bukan berarti merupakan harga franchise resmi terbaru.
Harga dapat berubah berdasarkan:
- Lokasi
- Ukuran outlet
- Konsep outlet
- Peralatan
- Biaya renovasi
- Durasi kerja sama
- Kebijakan franchisor
- Struktur royalty
- Kondisi bisnis saat pendaftaran
Karena itu, jika Anda benar-benar ingin membeli franchise Geprek Bensu, lakukan verifikasi langsung mengenai harga paket dan status kemitraan sebelum melakukan investasi.
Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Franchise?
Popularitas brand memang dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli franchise.
Tetapi brand terkenal bukan berarti otomatis menghasilkan keuntungan.
Sebelum membeli franchise, calon investor sebaiknya menghitung:
1. Total investasi
Jangan hanya melihat franchise fee.
Hitung juga biaya renovasi, sewa lokasi, karyawan, bahan baku, listrik, promosi dan modal kerja.
2. Royalty fee
Periksa apakah terdapat royalty fee dan bagaimana cara menghitungnya.
3. Supply bahan baku
Pastikan bagaimana sistem pengadaan bahan baku dan apakah mitra wajib membeli dari pusat.
4. Lokasi
Lokasi merupakan faktor penting dalam bisnis kuliner.
Outlet dengan brand kuat sekalipun tetap membutuhkan traffic konsumen yang memadai.
5. Masa kerja sama
Periksa berapa lama kontrak kerja sama berlaku dan bagaimana mekanisme perpanjangannya.
6. Dukungan pemasaran
Tanyakan apakah pusat memberikan dukungan marketing secara nasional maupun lokal.
7. Legalitas
Pastikan dokumen kerja sama, badan usaha, merek dan perjanjian kemitraan telah diperiksa sebelum investasi.
Apakah Franchise Ayam Geprek Masih Menarik?
Ayam geprek merupakan produk yang cukup mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.
Produk ayam juga memiliki pasar yang luas dan dapat dikombinasikan dengan berbagai sambal, topping dan menu tambahan.
Namun, kompetisi di industri ayam geprek juga cukup tinggi.
Saat ini konsumen dapat menemukan banyak brand ayam geprek, mulai dari brand nasional hingga bisnis lokal.
Artinya, calon pengusaha tidak hanya perlu mempertimbangkan seberapa terkenal sebuah brand, tetapi juga:
- Diferensiasi produk
- Harga jual
- Margin
- Lokasi
- Biaya operasional
- Sistem franchise
- Kekuatan marketing
- Potensi repeat order
Jika Anda ingin masuk ke bisnis F&B tetapi ingin mencari kategori yang berbeda dari ayam geprek, salah satu alternatif yang menarik adalah bisnis minuman jamu modern.
Alternatif Franchise: Jamu Tjap Nyonya Kaya Milik Ryu Kintaro
Tidak semua peluang bisnis harus berupa makanan berat.
Salah satu kategori yang mulai mendapatkan perhatian adalah jamu modern.
Salah satu brand yang membawa konsep tersebut adalah Jamu Tjap Nyonya Kaya.
Brand ini mengembangkan minuman berbasis rempah seperti jahe, kunyit dan kencur dengan konsep modern serta rasa yang dibuat lebih mudah diterima berbagai kalangan. Landing page kemitraannya menyebut brand berdiri sejak 2024 dan menggunakan bahan alami pilihan tanpa pengawet serta pewarna buatan.
Tjap Nyonya Kaya juga memiliki hubungan yang kuat dengan personal branding Ryu Kintaro sebagai owner.
Media detikFood juga pernah meliput Tjap Nyonya Kaya sebagai bisnis jamu milik Ryu Kintaro yang mulai beroperasi sekitar Oktober 2024.
Mengapa Jamu Tjap Nyonya Kaya Menarik?
Ada beberapa hal yang membedakan konsep ini dengan franchise makanan seperti ayam geprek.
Jamu dengan konsep modern
Jamu biasanya identik dengan rasa pahit.
Tjap Nyonya Kaya mencoba membawa jamu ke konsep yang lebih modern dengan rasa yang diklaim lebih enak dan tidak pahit.
Produk berbasis rempah
Produk menggunakan bahan seperti jahe, kunyit dan kencur sebagai bagian dari konsep minumannya.
Personal branding Ryu Kintaro
Landing page kemitraan menyebut personal branding Ryu Kintaro sebagai salah satu kekuatan brand.
Sistem bisnis terstandar
Mitra mendapatkan pelatihan produk, panduan operasional, branding dan dukungan pemasaran.
Berapa Modal Franchise Jamu Tjap Nyonya Kaya?
Salah satu keunggulan Jamu Tjap Nyonya Kaya adalah pilihan format usaha yang cukup beragam.
Berdasarkan informasi pada landing page kemitraannya, terdapat empat pilihan utama:
| Paket | Promo Kemitraan |
| Sepeda Listrik | Rp49 juta |
| Booth | Rp49 juta |
| Container | Rp79 juta |
| Kios/Ruko | Rp149 juta |
Harga tersebut tercantum pada landing page kemitraan saat artikel ini dibuat.
Paket Sepeda Listrik — Rp49 Juta
Paket ini mencakup sepeda listrik, box jualan, payung branding, showcase, freezer serta perlengkapan operasional. Paket juga mencantumkan bahan baku awal, atribut usaha, seragam, training dan dukungan promosi.
Paket Booth — Rp49 Juta
Paket booth mencakup booth dengan branding outlet, peralatan dapur, perlengkapan operasional, bahan baku awal, seragam, training, SOP, pendaftaran platform penjualan online dan marketing support.
Paket Container — Rp79 Juta
Paket container menawarkan unit container dengan identitas brand, neon box, perlengkapan operasional, bahan baku awal, seragam, training, SOP dan dukungan pemasaran.
Paket Kios/Ruko — Rp149 Juta
Untuk konsep usaha yang lebih permanen, tersedia paket Kios/Ruko dengan promo kemitraan Rp149 juta. Fasilitasnya mencakup desain 3D, panduan identitas outlet, peralatan, bahan baku awal, training, SOP, pendaftaran platform online dan marketing support.
Apakah Harus Berpengalaman di Bisnis F&B?
Tidak harus.
Landing page kemitraan Jamu Tjap Nyonya Kaya menyebut sistemnya telah dilengkapi panduan operasional, pelatihan dan pendampingan tim pusat sehingga dapat dijalankan oleh mitra yang belum memiliki pengalaman F&B.
Mitra juga dapat memperoleh dukungan mulai dari persiapan outlet, SOP, training hingga strategi pemasaran.
Bahkan, tersedia pilihan konsep Semi Auto Pilot dan Auto Pilot pada beberapa skema kemitraan.
Franchise Geprek Bensu atau Franchise Jamu?
Keduanya berada pada industri F&B, tetapi memiliki karakter bisnis yang berbeda.
| Faktor | Ayam Geprek | Jamu Modern |
| Produk | Makanan | Minuman |
| Kategori | Fast food | Minuman herbal |
| Operasional | Dapur & makanan | Minuman |
| Target pasar | Luas | Luas |
| Diferensiasi | Ayam & sambal | Jamu & rempah |
| Pilihan format | Outlet | Sepeda, Booth, Container, Kios/Ruko |
| Modal | Tergantung paket | Mulai Rp49 juta |
| Konsep | Kuliner | Healthy drink modern |
Jadi, apabila Anda mencari franchise makanan, ayam geprek dapat menjadi salah satu pilihan.
Tetapi apabila Anda mencari franchise minuman dengan konsep yang berbeda, Jamu Tjap Nyonya Kaya dapat menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.
Tertarik Memulai Franchise Jamu Mulai Rp49 Juta?
Popularitas Geprek Bensu menunjukkan bahwa bisnis F&B memiliki peluang pasar yang besar.
Namun, calon pengusaha tidak harus selalu mengikuti kategori makanan yang sudah sangat kompetitif.
Jamu Tjap Nyonya Kaya menawarkan alternatif berupa bisnis minuman jamu modern dengan beberapa pilihan format usaha.
Mulai dari Sepeda Listrik dan Booth Rp49 juta, Container Rp79 juta, hingga Kios/Ruko Rp149 juta.
Mitra juga mendapatkan dukungan berupa training, SOP, bahan baku awal, branding, perlengkapan operasional dan marketing support sesuai paket yang dipilih.
Jika Anda ingin mengetahui paket franchise Jamu Tjap Nyonya Kaya, simulasi usaha, lokasi yang tersedia dan cara menjadi mitra, lihat informasi lengkapnya di:
Lihat Paket Kemitraan Jamu Tjap Nyonya Kaya
Jangan hanya memilih franchise berdasarkan popularitas brand. Bandingkan juga modal, sistem bisnis, biaya operasional, dukungan marketing, potensi lokasi dan diferensiasi produk sebelum mengambil keputusan.
Jamu Tjap Nyonya Kaya dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin masuk ke bisnis minuman dengan konsep jamu modern, enak dan tidak pahit.
Tinggalkan Balasan